Sulsel

Bahasa UKT, Pimpinan Kampus UINAM Gelar Pertemuan dengan Lembaga Kemahasiswaan

Bahasa UKT, Pimpinan Kampus UINAM Gelar Pertemuan dengan Lembaga Kemahasiswaan

Seputarsulawesi.com, Makassar- Pimpinan UIN Alauddin Makassar menggelar pertemuan dengan lembaga kemahasiswaan di lingkup UIN Alauddin Makassar, yaitu Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sejajaran UIN Alauddin Makassar, Rabu 1 Juni 2020.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, Dekan dan Wakil Dekan III sejajaran UIN Alauddin Makassar dan beberapa perwakilan lembaga kemahasiswaan.

Baca juga: UIN Alauddin Makassar Peringkat Ketiga Paling Diminati di UMPTKIN 2020

Wakil Rektor III Prof Darussalam yang juga inisiator pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan sebagai ruang komunikasi dan dialog antara pimpinan kampus dan mahasiswa.

Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan terhadap aspirasi yang disuarakan oleh sejumlah mahasiswa soal keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kita sudah mengundang para ketua-ketua lembaga kemahasiswaan untuk bertemu secara resmi dan terhormat, seluruh unsur pimpinan baik universitas maupun fakultas hadir, ini adalah upaya membangun dialog secara elegan,” katanya.

Wakil Rektor II UIN Alauddin Makassar, Dr. Wahyuddin Naro mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sangat penting dalam rangka menjawab berbagai tuntutan mahasiswa.

Sebagai pimpinan kampus, pihaknya mencoba menjelaskan secara rinci terkait aturan keringanan UKT yang telah terbit melalui SK Rektor Nomor  491 tahun 2020 yang merupakan implementasi KMA nomor 515 tahun 2020.

"Kalau ada yang ingin dipertanyakan oleh mahasiswa, bisa disampaikan secara langsung,” katanya dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UIN Alauddin Dr. Kamaluddin Abunawas, berharap agar lembaga kemahasiswaan dan pimpinan dapat bersinergi, jika ada kritik maupun demonstrasi, begitulah dinamika perguruan tinggi.

“Kritik dan demonstrasi itu hal biasa, tapi tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, makanya pimpinan melalui Wakil Rektor III menginisiasi pertemuan ini, untuk mencari solusi bersama” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Prof Mardan menyampaikan bahwa kemajuan-kemajuan dan prestasi yang telah dicapai oleh UIN Alauddin patutlah diperhatikan oleh civitas kampus, apalagi, kampus hijau tersebut memiliki biaya kuliah yang paling murah di antara perguruan-perguruan tinggi lain.

“Walaupun biaya kuliah kita murah, tetapi secara akademik terbukti dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri lain, selama pandemi covid-19 inipun, pimpinan senantiasa peduli kepada mahasiswa dengan menyalurkan bantuan-bantuan,” pungkasnya.