Sulsel

Banjir Bandang di Bantaeng, 2.233 Rumah Dikabarkan Rusak Parah

Banjir Bandang di Bantaeng, 2.233 Rumah Dikabarkan Rusak Parah

Seputarsulawesi.com, Bantaeng- Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bantaeng , jumat 12 Juni 2020 mengakibatkan ribuan rumah warga rusak parah.

Sekretaris Daerah Bantaeng, Abdul Wahab mengatakan, saat ini tercatat ada sebanyak 2.233 rumah yang rusak akibat bencana banjir itu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp.25 miliar.

Baca juga: Pasca Banjir Bandang, Kodam XIV Hasanuddin Siagakan Pasukan di Bantaeng Selama Satu Bulan

Selain itu, Pemkab Bantaeng juga telah melakukan assesment terhadap warga yang menjadi korban banjir. Tercatat sejauh ini sudah ada 6.300 warga Bantaeng yang terkena dampak banjir.

" Sejauh ini proses kerja bakti terus dilakukan. Proses perbaikan fasilitas umum juga dilakukan dan  telah menambah dapur umum di pelataran kolam renang Be'lang," jelas Abdul Wahab, Senin, 15 Juni 2020.

Wahab menambahkan, Pemkab Bantaeng juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk menyelesaikan kerusakan jaringan listrik akibat banjir. Hingga siang ini, perbaikan jaringan listrik di wilayah tersebut sudah 100 persen pulih.

"Jaringan listrik kembali pulih 100 persen," katanya lagi.

Selain jaringan listrik, kata Wahab juga telah dibenahi jejaring air bersih bersama tim PDAM yang rusak parah akibat banjir.

“Jaringan PDAM juga akan segera mungkin dipulihkan. Banyak jaringan PDAM yang patah dan rusak," jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah setempat terus berupaya menangani dampak banjir. Proses evakuasi material lumpur terus dilakukan dengan kerja sama relawan, ASN, TNI dan Polri serta masyarakat setempat.

Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin memantau langsung pembentukan posko kesehatan dan pembentukan dapur umum yang didirikan TNI dan Polri yang didirikan di sekitar pelataran kolam renang Be'lang itu.

Selain itu, Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin bersama sejumlah Forkopimda juga terus memantau kerja bakti yang dilakukan di sejumlah titik material lumpur. Fokus penanganan material lumpur dilakukan di Pasar Sentral Baru Bantaeng. Targetnya, pasar ini bisa kembali beraktivitas secepat mungkin.