Sulsel

Dampak Korona, Harga Kebutuhan Pokok di Bantaeng Melonjak

Dampak Korona, Harga Kebutuhan Pokok di Bantaeng Melonjak

Keterangan Gambar : istimewa

Seputarsulawesi.com, Makassar- Warga di Kecamatan Tompobulu, Kelurahan Lembang Gantarakeke, Kabupaten Bantaeng mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan dapur (pokok) pasca koronavirus merebak.

Yesser Arafat, warga Tompobulu menyampaikan, harga beras yang sebelumnya kisaran Rp. 5000 dan Rp. 6000 perliter, kini menjadi Rp. 7000 ribu perliter. Sementara minyak goreng ukuran 1 liter yang dulunya Rp.15.000, sekarang Rp. 17.000

Baca juga: Jelang Hardiknas, Pemda Bantaeng Luncurkan Buku Satu Guru Satu Inovasi

Demikian pula, harga gula pasir yang sebelumnya Rp. 14.000  perliter, naik menjadi Rp. 18.000 perliter.  Sementara kopi bubuk ukuran saset juga mengalami kenaikan harga.

"Kopi saset yang sebelumnya Rp. 500 persaset, sekarang menjadi Rp. 2000 tiga saset. Lonjakan harga itu terjadi di pedagang eceran," katanya, Jumat, 1 Mei 2020.

Tak hanya harga kebutuhan pokok, obat-obat seperti ampisilin juga mengalami lonjakan. Ampisilin dulunya seharga Rp. 500 perbiji, kini menjadi Rp. 1000 perbiji.

Yeser menduga, lonjakan harga itu terjadi karena pasokan barang berkurang pasca wabah koronavirus merebak.

Yasser mengaku resah karena kenaikan harga kebutuhan pokok itu tidak sebanding dengan harga cengkeh dan coklat yang menjadi sumber mata pencaharian kesehariannya.

"Harga cangkeh Rp. 60 ribu perkilo, cokelat Rp. 50 ribu perkilo. Sebelum korona harga cengkeh kisaran Rp. 87 Ribu perkilo. Sementara cokelat yang sebelumnya Rp. 58 ribu, turun menjadi Rp. 50 ribu perkilo," jelasnya.

Iklan Tengah