Nasional

Dampak Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji, Bipih Bisa Dimita Kembali

Dampak Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji, Bipih Bisa Dimita Kembali

Seputarsulawesi.com, Makassar- Seiring keluarnya kebijakan pembatalan keberangkatan Jamaah haji oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442H/2021M. 

Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Selain itu, setoran pelunasan Bipih itu, juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji. 

Baca juga: Terkedala Akses, Penyelenggaraan Haji Tahun ini Dibatalkan

“Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi, Selasa, 2 Juli 2020.

Demikian pula, dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 itu, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan. 

“Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan,” urai Menag.

Hal sama berlaku bagi pembiming dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada penyelenggaraan haji tahun ini. Statusnya dinyatakan batal seiring terbitnya KMA ini. 

Bipih yang dibayarkan akan dikembalikan. KBIHU dapat mengusulkan nama pembimbing pada penyelenggaraan haji mendatang.

“Semua paspor Jemaah haji, petugas haji daerah, dan pembimbing dari unsur KBIHU pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M akan dikembalikan kepada pemilik masing-masing,” ucapnya.

Menag menyampaikan simpati kepada seluruh jemaah haji yang terdampak pandemi Covid-19 tahun ini. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga telah menyiapakn posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. 

Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat.

“Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian Covid-19 ini segera usai,” pungkas Menag.