Sulbar

Duel Maut Antara Nasrun dan Sudirman di Luyo Diduga karena Persoalan Salah Paham

Duel Maut Antara Nasrun dan Sudirman di Luyo Diduga karena Persoalan Salah Paham

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar-  Duel maut yang terjadi antara Nasrun dan Sudirman di Desa Mambu, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis dini hari tadi diduga karena persoalan salah paham.  

Kapolsek Campalagian Iptu Sukirno AS mengatakan, awalnya, Nasrul mempertanyakan maksud Sudirman mengayunkan parang di depannya saat dirinya duduk di depan Kantor Camat Luyo pada Rabu 20 Mei 2020 sekitar pukul 22.09 Wita.

Baca juga: Warga Segel Perusahaan Sawit di Luyo

“Kemudian Nasrul bilang ada apa ini? kata Sudirman, tidakji kita main-main. Kau melawan kah?  kata Nasrul lagi.  Setelah itu, Nasrul pulang ke rumahnya. Awal kejadian sekitar jam 22.00 itu,” jelas Sukirno

Setelah itu, Nasrul pun pulang ke rumahnya untuk istirahat. Namun, diduga Sudirman tersinggung dengan perkataan Nasrul tersebut.

Maka, pada Kamis dini hari, Sudirman mendatangi rumah Nasrul sambil berteriak. Sudirman menantang Nasrul berduel jika memang berani.

Saat Nasrul membuka pintu rumah, rupanya Sudirman sudah menenteng parang dan senter. Akhirnya, Nasrul mengambil sebilah parang panjang dan tombak. Lalu, keluar dari rumahnya meladeni tantangan Sudirman.

Sukirno menjelaskan, dua warga Mambu itu berduel di sudut lapangan sepak bola Mambu. Di samping Kantor Camat Luyo.

“Baku duel, satu lawan satu di jalanan. Di sudut lapangan itu di Mambu samping kantor camat. Di situ baku duel,” jelas Sukirno saat dihubungi.

Duel yang terjadi sekitar Pukul 00.30 Wita itu diketahui oleh warga lainnya. Tak lama berselang, Nasrul ditemukan terkapar di lapangan oleh warga. Sementara Sudirman tidak berada di lokasi tersebut

Awalnya, kata Sukirno, Sudirman dikira melarikan diri. Sehingga dilakukan pencarian malam itu juga, setelah ditemukan, celana panjang Sudirman sudah penuh darah.

“Sudi didapat di pekarangan SMK Luyo. Kira-kira sekitar 150 meter dari TKP. Kemudian kita evakuasi Sudi ke RSUD Polewali,” jelas Sukirno.

Atas insiden baku parang itu, Nasrul mengalami luka terbuka pada kepala sebelah kanan, luka robek pada telinga sebelah kanan, luka gores di leher, luka terbuka jari sebelah kiri, dan luka robek kepala bagian belakang.

Sementara, Sudirman mengalami luka robek di lengan kanan dan lengan kiri, luka pada punggung belakang, luka robek di perut bagian atas, luka di punggung sebelah kanan.

Pasca insiden itu, pihak kepolisian setempat mengimbau kepada dua keluarga yang bertikai supaya menahan diri. Tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan kedua belah pihak.

Sementara itu, Sukirno berjanji akan menangani kasus baku parang itu secara profesional. Untuk berjaga-jaga, pihaknya telah meminta anggota Bhabinkamtibmas tetap memantau lokasi.

“Kondisi keduanya masih sadar. Semua sadar. Keduanya punya ketahanan tubuh bagus semua,” katanya.

Iklan Tengah