Nasional

Gelar Kegiatan Perdana, Aoife Social Bedah Buku Perempuan Agen Perdamaian

Gelar Kegiatan Perdana, Aoife Social Bedah Buku Perempuan Agen Perdamaian

Seputarsulawesi.com, Jakarta- Aoife Social dididirikan sejak pandemi Covid-19 masuk di Indonesia. Semangat pembentukannya berangkat dari upaya menambah wawasan dan relasi di berbagai daerah, meski dengan metode daring (Online).

Tokoh Perempuan milenial asal Pinrang, Sulawesi Selatan yang juga pendiri Aoife Social, Sutanti Idris menyampaikan, lembaga yang didirikannya itu, kedepannya akan banyak menyelengarakan kegiatan online class secara gratis, dan terbuka untuk umum.

Baca juga: Antara Kisah Imajinasi dan Kisah Faktual

Sutanti Idris bersama pengurus dan volunteer Aoife Social akan mengadakan kelas-kelas menarik Seperti : Pengembangan Karir Perempuan, Memasak, kecantikan (Make-up & Hair do), Public Speaking, Kesehatan, Pisikologi, Sex Education dan Bahasa (Inggris & Jepang).

“Tentunya dengan Narasumber yang terpercaya dan ahli dibidangnya agar dapat belajar bersama dengan baik dan tetap Produktif meski di saat pandemi seperti ini,” kata Sutanti Idris, Rabu, 20 Oktober 2020.

Mengawali program kerjanya, Aoife Social menggelar bedah buku dengan langsung menghadirkan penulisnya yaitu Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I (Kapala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI).

Buku berjudul “Perempuan Agen Perdamaian” menjadi tema diskusi yang dipandu oleh Rizky Sintiana Mursiddi, salah satu mahasiswa berprestasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, menyampaikan bahwa perempuan seharusnya tidak saling memarginalkan, akan tetapi perempuan harus saling merangkul untuk melakukan hal-hal baik dalam segala aspek, termasuk berkonstribusi dalam mengawal persoalan kebangsaan.

“Perempuan harus punya kompetensi agar dapat berkonstribusi terhadap lingkungannya, harus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat,” tegas Andi Intang.

Lebih lanjut,  tokoh perempuan yang konsen bergerak di bidang pencegahan radikalisme dan terorisme ini mengatakan, perempuan memegang peran yang sangat strategis, bukan hanya pada lingkungan keluarga, akan tetapi juga pada masyarakat luas.

Bahkan sejarah perjuangan Indonesia tidak lepas dari tangan dari seorang perempuan tangguh seperti Kartini, Cut Nyak Dhien dan banyak yang lainnya,” ujarnya.

Sementara Tanti, sapaan Founder Aoife Social menegaskan, berbicara tentang perempuan tidak hanya tentang penampilan. Perempuan juga bisa turut andil dalam segala hal, termasuk memberi solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Kegiatan bedah buku tersebut dihadiri oleh seluruh pengrus dan Volunteer Aoife Social serta peserta dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Turut hadir dosen dari berbagai universitas dan perempuan milenial dari berbagai daerah.

Total peserta yang hadir hingga selesai kegaiatan sebanyak 45 orang, 15 diantaranya mendapatkan doorprize buku “Perempuan Agen Perdamaian” yang dibagikan langsung oleh penulisnya.