Sulbar

Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tidak Efektif Dilakukan di Desa

Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Tidak Efektif Dilakukan di Desa

Keterangan Gambar : Abdul Latif (Dosen Unasman)

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Isolasi mandiri bagi penderita Covid-19 di wilayah pedesaan dinilai tidak efektif menghentikan mata rantai penyebaran covid-19.

Meski hal itu sudah sesuai dengan protap yang berlaku, namun harus diingat, pola interaksi masyarakat desa sangat intim, berbeda dengan masyarakat perkotaan.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Sulbar Bertambah, Tiga di Mamuju, Dua Majene, Satu Mamasa

"Di desa, pola interaksi warga sangat intim. Sehingga dikhawatirkan antara pasien, anggota keluarga dan masyarakat lainnya tertertular," papar akademisi Universitas Asyiariah Mandar (Unasman) Abdul Latif, Rabu, 13 Mei 2020.  

Karena anggota keluarga dan masyarakat rentan tertular, Latif menyarankan, agar penderita Covid-19 sebaiknya dirawat di rumah sakit, atau di tempat perwatan khusus yang telah disediakan Pemerintah daerah.

Khusus untuk Kabupaten Polewali Mandar, Abdul Latif meminta agar Tim Gugus Covid-19 dan Pemda setempat juga melakukan hal yang sama serta konsisten melakukan penanganan pasien covid-19.

Menurutnya, penanganan pasien, selain harus sesuai protap, juga harus bisa memberikan pelayanan yang sama, supaya tidak terkesan ada yang dibeda-bedakan.

“Ada pasien postif  langsung diisolasi di rumah sakit, dan penanganannya sesuai protap, tapi di tempat lain, dengan kondisi yang sama, tidak seperti itu, cuma yang bersangkutan diminta untuk isolasi mandiri di rumah saja,” jelasnya.

Selain itu, Tim Gugus Penanganan Covid-19 Polman juga diminta untuk berhati-hati menangani dan meperlakukan pasien, sebab jika penanganannya tidak tepat, bisa berdampak buruk bagi masyarakat lainnya.

“Dan lagi-lagi warga bisa jadi korban berikutnya,” terangnya.