Sulbar

Kisruh Penampungan Air PDAM di Tapango, Krisis Kepercayaan pada DPRD Polman Berpotensi Terjadi

Kisruh Penampungan Air PDAM di Tapango, Krisis Kepercayaan pada DPRD Polman Berpotensi Terjadi

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Rencana pembangunan penampungan air PDAM di Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman yang ditolak oleh masyarakat setempat bisa saja menerbitkan ketidakpercayaan publik pada DPRD Polman menyusul apresiasi Ketua DPRD Polman, Hamsah Haya saat dialog dengan perwakilan petani  Kecamatan Tapango dan Matakali di gedung DPRD Polman beberapa hari lalu.

Dalam dialog itu, Hamsah Haya menuding gerakan protes patani ditunggangi oleh kepentingan tertentu. “Harusnya ketua DPRD Polman mengakomodir aspirasi warga. Tidak malah balik menyerang warga dengan tudingan-tudingan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan”, kata Abd. Latif, Sag, MP.d, dosen Unasman, Polman.

Kepada seputarsulawesi.com siang tadi (27/10), Latif menambahkan DPRD Polman adalah lembaga perwakilan politik resmi yang harusnya memperjuangkan aspirasi dan kepentingan warga.  Karena  itu, sikap ketua DPRD Polman, Hamsah Haya sangat berpotensi menerbitkan ketidapercayaan warga pada lembaga DPRD yang terhormat itu. “Masyarakat bisa saja tak percaya pada DPRD dengan respon yang diberikan ketua DPRD Polman saat itu. Bila masyarakat tak percaya lagi pada DPRD, maka itu adalah tanda-tanda kehancuran demokrasi lokal”, tambahnya.

Ketika ditanya bahwa bisa saja sikap Hamsah Haya demikian dalam kapasitasnya sebagai pribadi, bukan institusi, Latief menjelaskan kasus itu tak bisa dilihat sebagai tindakan pribadi. “Tidak bisa dong, karena warga datang digedung DPRD yang didalamnya tak merepresentasikan pribadi-pribadi. Semua anggota DPRD Polman jelas mewakili institusi yang didudukinya itu, yah, DPRD”, terangnya. (Mirak)