Nasional

Korban Teroris di Sigi Dapat Bantuan Dana Rp. 135 Juta dari GUSDURian Peduli

Korban Teroris di Sigi Dapat Bantuan Dana Rp. 135 Juta dari GUSDURian Peduli

Seputarsulawesi.com, Palu-Tim GUSDURian Peduli menyerahkan bantuan berupa uang tunai senilai Rp. 135 Juta kepada korban aksi terorisme di di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis 3 Februari 2021. Serah terima bantuan disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Lemban Tongoa dan sejumlah relawan GUSDURian Peduli. 

Mukhibullah Ahmad, perwakilan GUSDURian Peduli mengatakan, bantuan tersebut adalah bentuk solidaritas dari dari berbagai latar belakang agama dan etnis, sekaligus sebagai bentuk solidaritas sesama anak bangsa yang tidak ingin Indonesia dirusak oleh tindakan kekerasan dan kebencian. 

Baca juga: Potret Penanganan Bencana di Sulbar

“Solidaritas berupa bantuan dana dari begitu banyak orang dari berbagai latar belakang agama dan etnis ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tidak kalah pada aksi terorisme,” jelas Mukhib.  

Mukhib mengatakan, peristiwa di Sigi pada 27 November 2020 lalu, tidak boleh mematahkan semangat solidaritas kebangsaan dengan membiarkan kelompok teroris menggunakan agama untuk menjustifikasi aksi kekerasan yang notabene bertentangan dengan tujuan agama sebagai rahmat bagi semesta alam. 

“Tragedi Sigi tidak boleh membuat bangsa ini terpecah-belah. Indonesia tidak boleh dipecah belah dengan aksi pengecut teroris. Kini saatnya membangun solidaritas sesama anak bangsa, apapun suku dan agamanya,” tegas Mukhibullah Ahmad. 

Lebih lanjut, Mukhib menjelaskan, dana tersebut adalah hasil penggalangan bantuan yang dilakukan oleh GUSDURian Peduli melalui laman kitabisa.com yang dimulai pada 27 November 2020 hingga Januari 2021. Terdapat lebih dari tiga ribu donatur yang menunjukkan solidaritasnya dengan memberikan sumbagan dana melalui situs tersebut. 

Bantuan diberikan kepada delapan orang korban yakni Hana (ahli waris dari Naka dan Ferdy, 2 korban jiwa dan rumah terbakar), Kandi (ahli waris dari Finu, 1 korban jiwa dan rumah terbakar), Nei (Ahlu waris dari Yasa, korban jiwa), Ferdin Runtu (Rumah terbakar), Witson (Rumah terbakar), Irfan (Rumah terbakar), Masi (Rumah terbakar), dan Swardin (Rumah terbakar). 

Selain itu, GUSDURian Peduli juga memberikan bantuan 3,5 ton beras untuk 350 keluarga kurang mampu di Lemban Tongoa dikhususkan untuk warga kurang mampu. Sebelumnya, Jaringan GUSDURian juga telah menyerukan sejumlah pernyataan terkait aksi kekerasan di Sigi yaitu; 

Pertama, mengutuk keras aksi pembunuhan keji yang dilakukan oleh para teroris dan  meminta pemerintah pusat dan daerah untuk terus mengejar kelompok tersebut karena mengancam keselamatan jiwa banyak penduduk. Selain melakukan pengejaran, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah pengamanan di area pemukiman warga yang kerap menjadi sasaran aksi biadab kelompok teroris. 

Kedua, meminta kepada aparat untuk menindak tegas setiap provokasi dan ajakan untuk mememusuhi atau melakukan kekerasan kepada pihak yang berbeda. 

Ketiga, mengajak seluruh warga negara untuk bahu membangun solidaritas sesama, membahu dalam upaya membantu para korban. 

Keempat, menghimbau kepada seluruh penggerak Jaringan GUSDURian untuk turut serta menyebar gagasan agama yang ramah untuk melawan ideologi ekstrem melalui berbagai kampanye, baik online ataupun offline. 

Kelima, mengajak seluruh warga negara untuk tidak terpovokrasi dengan berbagai ujaran kebencian yang mengajak memusuhi agama atau suku yang berbeda.