Opini

Kritik Terhadap Pemerintah Atas Penanganan Kovid-19

Kritik Terhadap Pemerintah Atas Penanganan Kovid-19

Keterangan Gambar : Ishak Jallai

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota di Indonesia adalah langkah strategis yang dilakukan pemerintah guna memutus rantai penyebaran koronavirus atau Kovid-19 .

Khusus untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, pemberlakukan PSBB pada tanggal 24 April sampai 7 Mei 2020, tampak terlihat belum terlaksana dengan baik. Hal itu terlihat pada banyaknya masyarakat yang beraktivitas di ruang-ruang publik dengan melanggar aturan PSBB.

Baca juga: Polman Berstatus Zona Merah, Kemungkinan Terburuk, Pemerintah Berlakukan PSBB

Fenomena ini terjadi, tak lain karena sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak massif dan merata. Belum lagi, stok kebutuhan dapur (Sembako) masyarakat pada saat pemberlakuan PSBB terancam.  

Sementara pembagian Sembako dilakukan Pemkot Makassar tak jarang menuai kritikan, ada yang menerima dobel, serta ada juga yang menerima bantuan karena diduga punya hubungan dekat dengan pejabat pemerintah kota Makassar.

Bahkan ada warga yang selayaknya mendapat bantuan Sembako, namun tidak tersentuh sama sekali. Pada konteks ini, data Pemkot Makassar perlu dipertanyakan. Selain itu, laporan data penerima dan kinerja lapangan juga penting untuk dicari tahu.  

Selain pembagian Sembako, di Makassar juga banyak masyarakat pendatang yang tidak tersentuh bantuan. Demikian pula, para pekerja yang kena PHK massal, mengeluh dan menjerit lantaran kekurangan ekonomi, sementara mereka dilarang mudik.

Begitupun, karyawan hotel yang harus menjalani karantina mandiri, sementara pada saat yang sama harus membayar kost bulanan, menafkahi anak-istri, serta penyediaan kebutuhan keseharian mereka, juga luput dari perhatian pemerintah.

Selain itu, kisah memilukan juga datang dari ribuan mahasiswa yang tegah menuntut ilmu di Makassar. Mereka terpaksa tidak pulang kampung karena aturan larangan mudik.

Sejatinya, hal ini juga menjadi fokus perhatian pemerintah setempat agar tidak terjadi kesenjangan sosial yang memiriskan di tegah kesulitan hidup akibat pandemi koronavirus ini.

Penulis: Ishak Jallai

(Ketua Relawan Kovid-19 UNM)