Sulsel

LBH Pers Makassar Desak Polda Sulbar Usut Kasus Pembunuhan Jurnalis di Mateng

LBH Pers Makassar Desak Polda Sulbar Usut Kasus Pembunuhan Jurnalis di Mateng

Keterangan Gambar : Fajriani Langgeng, sumber: makassar.tribunnews.com

Seputarsulawesi.com, Makassar- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar mendesak Kepolisian Daerah (Polda Sulawesi Barat untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan Demas Laira, salah seorang jurnalis Online di Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis dini hari kemarin, 20 Agustus 2020.

Demas Laira temukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bekas tusukan benda tajam di sekujur tubuh, dan hingga saat ini belum diketahui motif kejadian tersebut.

Baca juga: Pasien Covid-19 Asal Salugatta, Mamuju Tengah Diyatakan Sembuh

"Atas kejadian tersebut, kami meminta Polda Sulbar segera mengusut kasus tersebut secara tranparan dan akuntabel," ujar Direktur LBH Pers Makassar, Fajriani Langgeng, Jumat 21 Agustus 2020.

Selain itu, Fajriani Langgeng juga meminta kepada Pihak Dewan Pers RI untuk segera mengambil langkah-lngkah strategis dalam mengawal proses hukum tersebut.

"Saat ini kami masih menunggu hasil kerja kepolisian dan terus melakukan koordinasi dengan jaringan-jaringan kami yang fokus di isu pres," jelas Fajriani ke Seputarsulawesi.com.

Fajriani Menyampaikan, setidaknya sejak tahun 1996 hingga saat ini, sedikitnya ada delapan jurnalis dibunuh, dan kasusnya tidak diproses serta para pelakunya belum diadili. Adapun delapan kasus tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Kasus pembunuhan Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin (jurnalis Harian Bernas di Yogyakarta, 16 Agustus 1996).
  2. Naimullah (jurnalis Harian Sinar Pagi di Kalimantan Barat, ditemukan tewas pada 25 Juli 1997).
  3. Agus Mulyawan (jurnalis Press di Timor-Timur, 25 September 1999).
  4. Muhammad Jamaluddin (jurnalis kamera TVRI di Aceh, ditemukan tewas pada 17 Juni 2003).
  5. Ersa Siregar, jurnalis RCTI di Nangroe Aceh Darussalam, 29 Desember 2003),
  6. Herliyanto (jurnalis lepas tabloid Delta Pos Sidoarjo di JawaTimur, ditemukan tewas pada 29 April 2006).
  7. Adriansyah Matra’is Wibisono (jurnalis TV lokal di Merauke, Papua, ditemukan pada 29 Juli 2010).
  8. Alfred Mirulewan (jurnalis Tabloid Pelangi, Maluku, ditemukan tewas pada 18 Desember 2010).