Sulbar

Memutus Mata Rantai Penyebaran Korona, Himbauan Ulama dan Pemerintah Harus Dipatuhi

Memutus Mata Rantai Penyebaran Korona, Himbauan Ulama dan Pemerintah Harus Dipatuhi

Seputarsulawesi.com, Mamuju- Kasus Virus Korona di Sulawesi Barat terus mengalami peningkatan. Berdasarkan pantauan Seputarsulawesi.com, kasus positif korona di Sulbar saat ini mencapai 35 orang, setelah ada penambahan  dua pasien yang dikabarkan masuk klaster Tablig Akbar di Gowa.

Pasien berinisial HH yang berasal dari Kabupaten Pasangkayu itu, dikabarkan pernah mengikuti kegiatan Ijtima Dunia se- Asia yang dipusatkan di Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada bulan Maret 2020 lalu.

Baca juga: PTIK JPTE FT UNM Salurkan Bantuan Bagi Warga yang Terkena Dampak Korona

Sementara data Tim Gugus penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pasangkayu sendiri menyebutkan, saat ini jumlah warga positif Korona di wilayah tersebut sebanyak tiga orang.

Fenomena ini tidak boleh dianggap sepele, pasalnya penyebaran virus korona begitu cepat, dan tidak menutup kemungkinan, virus korona akan semakin massif penyebarannya ke pelosok-pelosok bila himbauan pemerintah dan ulama tidak dipatuhi.

"Korona adalah bencana kesehatan yang tidak memandang strata sosial. Semua orang rentan terpapar bila himbauan Ulama dan Umara (pemerintah) tidak diindahkan," papar Mursyid, Dewan Pembina GUSDURian Pasangkayu, saat dihubungi seputarsulawesi.com, Minggu, 26 April 2020. 

Mursyid menegaskan, sejatinya himbauan pemerintah dan ulama diikuti guna memutus mata rantai penyebaran virus Korona. Menurutnya, ulama sudah mengeluarkan fatwa bahwa salat berjamaah di Masjid boleh ditiadakan untuk sementara waktu, guna memulihkan keadaan agar bisa kembali stabil.

"Begitu pula di bulan Ramadan ini,  salat tarawih berjamaah boleh ditiadakan untuk sementara waktu, dianjurkan agar dilaksanakan di rumah masing-masing saja," katanya lagi.

Himbauan itu, menurutnya, bukan sekadar himbauan asal-asalan, sebab para ulama tentunya sudah melakukan berbagai kajian mendalam dan pendekatan keilmuan agama yang mumpuni.

"Menurut hemat saya, dengan adanya virus Korona ini, kita diajak agar kita banyak-banyak intropeksi diri, supaya kita lebih banyak mendekatkan diri terhadap sang Maha Pencipta," jelasnya.

Untuk lebih memaksimalkan himbauan pemerintah dan fatwa para ulama, Mursyid menyarankan agar pemerintah dan para ulama berbarengan melakukan sosialisasi ke tokoh-tokoh masyarakat dan warga agar mereka bisa benar-benar menaati himbauan dan fatwa tersebut.

"Kita berdo'a semoga corona virus ini cepat berlalu," harapnya.