Sulsel

Merasa Dipermainkan, Guru Besar Unhas Tumpahkan Kekesalannya di Medsos

Merasa Dipermainkan, Guru Besar Unhas Tumpahkan Kekesalannya di Medsos

Keterangan Gambar : foto FB Prof. Dr. Nurhayati Rahman Matammeng

Seputarsulawesi.com, Maros- Guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Nurhayati Rahman Matammeng mengaku kesal dengan pelayanan PLN di Kabupaten Maros. Pasalnya sejak tanggal 23 Oktober 2020 lalu, pihaknya telah mengajukan permohanan pemasangan listrik di salah satu kebun miliknya, di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros. 

Namun demikian, pengajuan tersebut tak kunjung mendapat perhatian PLN setempat. Padahal sebelumnya, Prof. Nurhayati telah melunasi semua pembayaran administrasi yang menjadi persyaratan pemasangan. Bahkan pihaknya juga telah memasang enam tiang listrik balok agar kabel listrik bisa sampai ke tempat pemasangan.

Baca juga: Warga Resah, Listrik di Bantaeng Padam Tiga Kali Sehari

Usai pemasangan tiang tersebut, PLN setempat berjanji akan segara melakukan pemasangan, namun hingga saat ini, janji tersebut tak kunjung terealisasi, dan prosesnya pun sudah berjalan sekitar empat bulan. Meski Prof Nurhayati sudah berkali-kali mendatangi kantor cabang PLN setempat, namun hasilnya tetap nihil.

Prof. Nurhayati pun mulai kesal, soalnya sudah berbulan-bulan bolak-balik, dari Tamalanrea Makassar ke Maros hanya untuk mengurus pemasangan listrik tersebut, belum lagi nomor telepon kantor cabang PLN di Maros tidak bisa dihubungi. Karena kesal dan merasa dipermainkan, ia pun menumpahkan kekesalannya itu di akun fecebook miliknya.

Berikut pernyataan Guru besar di bidang filologi tersebut;

Untuk PLN Maros

Siapa tau ada yg bisa bantu di Maros, kebun di Moncongloe dipasangi listrik sejak tgl 23 oktober 2020 mendaftar dan melunasi semua persyaratan PLN, tinggal dipasang, yg jadi masalah, setelah di survey, ternyata kejauhan dr tiang listrik, jadi butuh 6 tiang balok agar bisa sampai di kebun, kita sd memasangnya, tapi tdk ada petugas yg datang memasang, luar biasa capeknya bolak balik dr tamalanrea ke maros. Kebetulan klg yg urus jd dia ks no hp nya meski pake ktp anakku, tp krn keluarga ini sd sibuk jd tdk bs lg urus itu PLN, jadi waktu pertama selesai tiang kita ke maros, ks no hp anak dan yg tertera namanya di pendaftaran, krn memang selalunya pake nomor dan ktp anakku kl ada urusan2 teknis begini, jd dikasi nomor anakku, yg gampang dihubungi, na sd satu bulan lebih diganti no hp masih sj bolak balik minta telpon hp anakku, sampai 4 x turun k maros sll blg oh nomornya ganti ya.  dan parahnya lg telpon ktr cabang maros sd tdk aktif, anakku minta no kontak yg bs dia hubungi spy tdk bolak balik begini, katanya nanti dihubungi kl sd mau dikerja, tunggumaki  kata  pegawai PLN di sana dan selalunya  bilang "sebentar sore atau besok" dikerja,  begitu terus, ditunggu terus  tdk dtg, pernah sampai 2 mg ditunggu, jadi sy mencoba menghubungi 123, tp jawaban pertama no kode/ID pendaftaran  yg sy berikan katanya tdk ada/terdaftar di dalam sistemnya, besoknya telpon lg jawabnya sama besoknya lg hanya diberi nomor kode pengaduan, ditunggu2 tdk ada jawaban, akhirnya sy sendiri yg ke maros (biasanya hanya anak2) bbrp hari yg lalu,   sama jawabnya yg di kounter PLN Maros tunggu sebentar atau besok dtg petugas psg, sampai skrg tdk ada... Capek betul2 capek dikerjain begini oleh PLN...

Sontak pernyataan Prof. Nurhayati tersebut mendapat respons dari berbagai kalangan, sebagian netizen menyangkan sikap acuh PLN tersebut, bahkan ada yang mengaku mengalami hal yang sama, yaitu seorang netizen bernama Usman. 

"Saya juga, tetapi baru dua minggu lalu selesai pembayaran, sampai sekarang PLN tak kunjung datang melakukan pemasangan. Kemarin jawabannya bilang "antriki di," tulis Usaman di kolom komentar FB Nurhayati.

Hal yang sama juga disampaikan Kahar Mustari, ia mengaku kesal atas perlakukan PLN Maros tersebut terhadap salah seorang guru besar Unhas.  Ia mengatakan, seorang guru besar saja yang begitu hebat bisa mendapat pelayanan buruk, apalagi rakyat biasa. "Saya juga kesal prof," tulis Mustari.