Sulbar

Meski Berstatus Zona Merah, Pasar Wonomulyo Tetap Ramai, dari Pagi Hingga Malam Hari

Meski Berstatus Zona Merah, Pasar Wonomulyo Tetap Ramai, dari Pagi Hingga Malam Hari

Keterangan Gambar : Suasana pasar Wonomulyo

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Himbauan pemerintah untuk tetap menjaga jarak, mengenakan masker dan menghindari kerumunan di tengah penyebaran Covid-19, tampaknya tidak menjadi perhatian serius semua warga.

Meski himbauan itu, acapkali disampaikan di berbagai media, namun tetap saja, ada sebagian masyarakat abai akan hal itu. Salah satunya adalah warga yang berdomisili di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Baca juga: KPU Bantaeng Salurkan Donasi dan Takjil ke Warga Terdampak Covid-19

Meski wilayah ini berstatus zona merah penyebaran Covid-19, saban hari, aktivitas pasar di wilayah ini terlihat berjalan seperti biasa, bahkan ramai pengunjung mulai dari pagi hingga malam hari. Tampaknya, para pengunjung tak khawatir akan hal itu.

Selain itu, pantauan Telegraph.id menyebutkan, pengunjung maupun pedagang terlihat tidak mematuhi anjuran physical distancing. Bahkan para pengunjung kebanyakan tidak mengenakan masker, sebagaimana anjuran WHO untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

Meski ada sebagian pedangang mengaku khawatir akan penyebaran Covid-19, namun karena desakan ekonomi menjadi salah satu alasan beraktivitas di pasar Wonomulyo. Salah satunya, Ani.

Ia mengaku takut tertular virus Corona, apalagi  dirinya tidak mengetahui secara pasti dari mana saja pengunjung yang membanjiri pasar tersebut.

Namun demikian, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena aktivitasnya tersebut, erat kaitannya dengan urusan dapur rumah tangganya.  

“Khawatir sekali kami sebenarnya. Terlebih ketika menerima lembaran uang dari para pembeli yang bisa saja jadi media penyebaran virus. Tapi ya, mau gimana lagi, namanya bantu keluarga cari tambahan (uang) ndak makanka itu kalau ndak menjualka,” kata Ani, sebagaimana yang dilansir Telegraph.id,  Minggu, 17 Mei 2020.



Menanggapi situasi itu, Samiaji, Sekertaris Kecamatan Wonomulyo, yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 kecamatan  mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan dan mengawal surat edaran bupati tentang jadwal pasar dan pembatasan jam aktivitas pasar.

Namun penjual yang tidak menaati aturan tersebut. Akibatnya, kondisi pasar tetap ramai di tengah pandemi Covid-19.

“Kami memang izinkan berdagang dengan ketentuan harus jaga jarak dan penjual harus pakai masker. Kedepan kami tidak akan ijinkan lagi pedagang yang masih pakai tenda biasa, ini agar terlihat rapi,” tegas Samaji

Baca Juga: PenangananKovid-19 di Polman Dinilai Minim Sosialisasi dan Edukasi

Iklan Tengah