Sulsel

Ormas Islam dan Majelis Taklim di Sulsel akan Terima Bantuan Rp. 30 Juta Rupiah

Ormas Islam dan Majelis Taklim di Sulsel akan Terima Bantuan Rp. 30 Juta Rupiah

Seputarsulawesi.com, Makassar- Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel dalam waktu dekat ini akan merealisasikan program penyaluran bantuan sebagai bagian dari pelayanan dan pembinaan Ormas Islam serta Majelis Taklim yang ada di Sulsel.

 

Baca juga: Peserta SKB CPNS Kemenag Harus Segera Isi DRH

Rencana penyaluran bantuan ini tertuang dalam surat yang dilayangkan oleh Kabid Panaiszawa, H.Rappe, kepada Ormas Islam dan Majeles Taklim se-Sulawesi Selatan pertanggal 9 Agustus 2020.

 

Isi surat tersebut menerangkan tentang kriteria dan syarat Lembaga atau Ormas Islam dan Majelis Taklim yang layak menerima bantuan.

 

Adapun ketentuan umum lembaga kegiatan keagamaan Islam atau Ormas dan Majelis Taklim yang dapat menerima bantuan tersebut adalah sebagai berikut :


  1. Kelompok lembaga yang bergerak di bidang dakwah dan lembaga sosial keagamaan yang telah berkontribusi nyata dalam pemberdayaan, pembimbingan dan pengembangan agama kepada masyarakat.
  2. Belum pernah mendapatkan bantuan di tahun anggaran 2020.
  3. Bantuan ini merupakan bantuan berupa uang dengan alokasi anggaran sebagaimana tertuang dalam DIPA Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulseo No. SP DIPA 025.01.2.419365/2020 tanggal 12 November 2019, yang ada sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) untuk setiap ormas Islam (sebanyak 5 ormas).

Sementara ketentuan khusus bagi Lembaga Kegiatan keagaan Islam dan Ormas Islam serta Majelis Taklim penerima bantuan mengacu pada Keputusan Dirjen Nomor 948 tahun 2019, yakni :


  1. Surat permohonan bantuan ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, yang diketahui oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) / Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupaten dan Kota masing-masing.
  2. Melampirkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan susunan Kepenguran Organisasi.
  3. Memiliki rekening atas nama Ormas Islam atau Majelis Taklim, dibuktikan dengan salinan buku rekening yang dilegalisir oleh pihak bank.
  4. Melampirkan SK pengurus.
  5. Memiliki alamat yang jelas dan memiliki nomor telepon yang bisa dihubungi .
  6. Melampirkan NPWP
  7. Melampirkan surat pernyataan kebenaran dokumen.

Jika kriteria dan persyaratan tersebut dapat dipenuhi, maka Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulsel memberi tenggang waktu pengajuan proposal, paling lambat tanggal 31 Agustus 2020 mendatang. (Rilis)