Sulsel

Pelaku Usaha Diminta Tak Sediakan Kantong Plastik Sekali Pakai

Pelaku Usaha Diminta Tak Sediakan Kantong Plastik Sekali Pakai

 

Seputarsulawesi.com, Makassar- Peserta aksi Kampanye Monster Plastik di Kota Makassar mendesak pelaku usaha untuk tidak lagi menyiapkan kantong plastik sekali pakai. Desakan ini didasari terbitnya Peraturan Walikota Makassar Nomor 70 tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Kantong Plastik.

Baca juga: Sampah Plastik Kepung Makassar, Penggiat Lingkungan Buat Replika Moster Sampah

 

"Perwali Kota Makassar nomor 70 tahun 2019 perlu dimaksimalkan. Saat ini, hampir seluruh retail ataupun pengusaha lainnya masih menyiapkan kantong plastik sekali pakai. Padahal sangat jelas sudah dilarang," ujar Manager Program YKL Indonesia, Alief Fachrul Raazy.

 

Alif mengatakan, Perwali Makassar nomor 70 dalam pasal 12 tersebut menyampaikan bahwa setiap pelaku usaha dan atau penyedia kantong plastik dilarang menggunakan dan menyediakan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan dalam rangka mengendalikan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kantor plastik.

 

"Pemerintah harus tegas untuk menegakkan aturan tersebut. Sanksinya sangat jelas, mulai dari teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin usaha dan atau pencabutan sementara izin usaha," tegas Fahri.

 

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ainun Qalbi Muthmainnah, Ketua Zero Waste Makassar yang turut hadir dalam kampanye Monster plastik di Pantai Losari beberapa hari lalu. Ia menyerukan masyarakat untuk melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik di Kota Makassar.

 

"Penyelesaian dari hulu ke hilir. Kerja sama pemerintah, koorporasi dan masyarakat sebagai konsumen harus baik. Pemerintah juga harus tegas menjalankan regulasi yang sudah dibuat," jelas Ainun.

 

Tak hanya itu, Ainun juga meminta agar korporasi bisa membuat inovasi untuk memasarkan produk  kemasannya dan tidak mencemari lingkungan serta bertanggung jawab mengelola limbah kemasan dari produknya.

 

"Trus konsumen juga harus bijak baik dari segi konsumsi maupun pengelolaan sampah dari rumah masing-masing," kata Ainun.

 

Menurut Ainun, gaya hidup ramah lingkungan menjadi salah satu upaya mengurangi sampah plastik  di alam. Masyarakat harus memulai dengan pencegahan, pemilihan dan pengolahan. Olehnya itu, sampah plastik sekali pakai dapat kita cegah, dengan cara selalu membawa tumbler, kotak makan sendiri, kantong ramah lingkungan, menolak pemakaian sedotan plastik.

 

"Jika memang harus terpaksa menggunakan plastik, kita harus bertanggung jawab melakukan pemilahan kemudian diolah," jelas Ainun.