Sulbar

Pelayanan Dasar di Polman Belum Merata

Pelayanan Dasar di Polman Belum Merata

Keterangan Gambar : Poto: Istimewah

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Mungkin masih terngiang dalam ingatan warga Polewali Mandar akan peristiwa tragis yang dialami oleh Sahira, warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar. Sahira yang saat itu akan melahirkan anak keduanya terpaksa harus ditandu menuju Puskesmas Kecamatan, lantaran akses jalan menuju Puskemas yang berada di ibu kota kecamatan itu tak kunjung membaik.

Puskesmas Bulo adalah satu-satunya pusat pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, sementara jarak antara Desa Lenggo dan Bulo sekitar 10 KM. Sahira harus ditandu dengan melewati sungai, jalan berlumpur, bukit dan jembatan gantung bantuan dari program PNPM tahun 2017 yang sudah hampir roboh. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu,  6 Februari 2020 lalu.

Baca juga: Soal Kasus Nabire, Aliansi Mahasiswa Sulawesi Kembali Gelar Aksi

"Sahira akan melahirkan anak kedua, jadi ditandu ke Puskesmas Bulo. Meski akhirnya Sahira tidak sampai ke Puskesmas, karena melahirkan di  tengah perjalanan," kata  salah seorang Warga Lenggo ke Seputarsulawesi.com, saat itu.

Sebelumnya, kejadian yang sama juga dialami oleh keluarga Dendang. Dendang juga sempat ditandu menuju Puskesmas Bulo karena pendarahan.  Akses jalan yang rusak parah membuat warga dan keluarganya bergotong royong. Bahkan hingga saat ini, hanya kendaran roda dua yang bisa menjangkau wilayah berpenduduk 900 kepala keluarga tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lembaga Studi Desa dan Kependudukan Polewali Mandar, Abdul Hakim Pariwalino mengatakan, bahwa pelayanan kesehatan adalah hak dasar warga dan mejadi kewajiban pemerintah untuk dipenuhi.  Demikian pula infrastruktur dasar seperti jalan dan penyediaan layanan kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah Polman.

“Kasus yang terjadi di Lenggo itu menjadi indikasi bahwasanya pelayanan hak dasar di Kabupaten Polewali Mandar tidak merata. Masa orang kota saja yang harus disehatkan," tegasnya.

Lebih lanjut, Hakim menegaskan, infrastruktur dasar dinilai sangat penting, sebab dengannya akan mempermudah masyarakat Lenggo mengakses pelayanan kesehatan, serta bisa membuka akses pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.