Citizen Report

Pemkot Segera Tata Pemukiman Kumuh Sungai Tallo

Pemkot Segera Tata Pemukiman Kumuh Sungai Tallo

Seputarsulawesi.com, Makassar- Pemerintah Kota Makassar akan segera melakukan penataan pemukiman di kawasan kumuh sungai Tallo. Untuk kepentingan tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto memimpin langsung rapat sekaligus pemaparan Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) peremajaan atau pemukiman kembali kawasan perioritas pemukiman kumuh pinggir sungai Tallo tepatnya di kelurahan Buloa.

Danny Pomanto mengatakan bahwa penataan ini selain memberikan pemukiman yang  layak dan memperbaiki aliran sungai Tallo pemerintah juga berpandangan bahwa hal tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga serta akan menambah kawasan tempat rekreasi kota.

Baca juga: Balai Litbang Agama Makassar Adakan "Expose" Hasil Penelitian Tahun 2015

"Manfaatnya banyak, masyarakat dapat pemukiman yang lebih layak, dapat pekerjaan, dan kota dapat tempat rekreasi," ucap Danny di kediaman pribadinya, (12/12).

Untuk konsep perumahannya, Danny mengatakan pihaknya akan menerapkan Apartemen Lorong (Aparong) dengan bahan dasar beton. Selain kuat, Danny mengatakan Aparong sangat efisien dan murah.

Pemukiman akan diletakan di bagian atas sedangkan di sekitarnya disiapkan untuk kawasan kuliner dengan menu ikan segar langsung dari nelayan. "Kita akan desain, bagaimana caranya sehingga nelayan-nelayan di Paotere bersandar di situ," kata Danny.

Hadir dalam rapat tersebut, Kadis PU Ansar, Kadis Perumahan dan Gedung Pemerintah Ngurah Agung Lahmuddin, Kadis Tata Ruang dan Bangunan Ismoenandar, caman dan lurah setempat dan semua stakeholder terkait.

Kadis PU Ansar mengatakan bahwa tujuan utama penataan ini adalah meperbaiki tarap hidup masyarakat khususnya yang bermukin di tempat tersebut.

"Tidak ada yang kita gusur. Justru mata pencaharian masyarakat akan kita tingkatkan dan pemukimannya diperbaiki," pungkasnya.

Ansar juga mengatakan bagi warga resmi yang terdaftar di tempat tersebut diupayakan memperoleh lokasi kembali secara cuma-cuma.

Pemerintah dalam minggu ini tengah melakukan kajian besaran anggaran yang diperlukan. Menurutnya, untuk pembangunan selain menggunakan APBD sebagai percontohan awal yang diperkirakan mencapai 12 miliar, sisanya, pembangunan ini akan mendapatkan sokongan dana lain dari berbagai pihak seperti balai dan pemerintah pusat.

Laporan Muhammad Idris (Staf Humas Pemkot Makassar)