Sulsel

Penyaluran BST Tahap Pertama dan Kedua di Luwu Berjalan Lancar

Penyaluran BST Tahap Pertama dan Kedua di Luwu Berjalan Lancar

Seputarsulawesi.com, Luwu- Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) terdampak Covid-19 di Luwu mulai rampung. Kepala Kantor Pos Palopo, Firman mengatakan, pihaknya sudah merampungkan penyaluran BST tahap pertama sebesar 18.932 KK dan tahap kedua sebesar 20.905 KK.

 

Baca juga: Suara Bising di Tengah Pandemi Corona

Saat ini, sudah memasuki tahap penyaluran ketiga yang sudah mencapai 89,2 persen. Pihaknya masih terus berusaha untuk segera merampungkan penyaluran bantuan tersebut.

 

“Kami berterima kasih karena masih bisa menjalankan amanah negara melalui Dinas Sosial dalam hal penyaluran BST,” ucapnya saat diskusi webinar Manfaat Bantuan Langsung Bagi Masyarakat Terdampar Covid-19, Senin 13 Juli 2020.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Luwu, Masling Malik mengatakan ada 23.641 KK di daerahnya yang menerima BLT program Kemensos tersebut. BST ini diperuntukkan bagi warga yang  terdampak Covid-19.

 

Ia mengatakan, tak sedikit warga penerima BST tinggal di pedalaman.  Dengan kerjasama PT Pos Indonesia, penyaluran BST, menurutnya  bisa lebih cepat dilakukan karena didukung dengan jaringan yang luas dari PT Pos Indonesia tersebut.

 

“Saya support buat teman-teman PT Pos karena penyalurannya ini dilakukan hampir di setiap desa, bahkan yang jauh ke pedalaman,” ucapnya.

 

Lanjut Masling, meski begitu masih ada sejumlah masalah yang ditemui di lapangan. Seperti data warga penerima yang ternyata sudah tidak tinggal di lokasi ataupun warga penerima rupanya sudah meninggal. Pihaknya pun sedang berusaha untuk pembaharuan data tersebut.

 

Selain itu, kata Masling, data pnerima dari Kemensos itu juga belum cukup jika dibandingkan dengan warga yang terdampak Covid-19. Katanya, jumlahnya lebih besar lagi, bahkan angkanya mencapai dua kali lipat.

 

“Ada juga masyarakat di luar data yang kami punya yang terdampak Covid-19,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya sempat mengajukan ke Kemensos untuk bantuan tambahan, tapi yang terealisasi hanya sekitar 3.000 KK.