Sulsel

Perbaiki Citra Bawaslu di Mata Publik, Peran dan Fungsi Kehumasan Harus Diperkuat

Perbaiki Citra Bawaslu di Mata Publik, Peran dan Fungsi Kehumasan Harus Diperkuat

Keterangan Gambar : Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kota Makassar, 12 Meret 2020 di salah satu hotel di Makassar

Seputarsulawesi.com, Makassar- Di tegah keterbatasan ruang gerak dan pertemuan secara langsung akibat Covid-19, Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar workshop daring bertajuk “Penguatan Peran dan Tugas Kehumasan”, Minggu, 10 Mei 2020, pukul 13.00.

"Meski dalam keadaan terbatas, upaya penguatan terhadap kinerja Bawaslu tetap harus dilaksanakan, terutama untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah yang akan dilaksanakan secara serentak, setelah beberapa saat ditunda tahapannya," papar Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad saat menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Politik Dinasti di Lingkaran Elit Politisi

Lebih lanjut, Saiful Jihad menyampaikan pentingnya peran Kehumasan diperkuat menjelang pemilihan kepala daerah serentak, sebab Humas adalah salah satu intrumen utama untuk memperbaiki citra Bawaslu di hadapan publik.

Menurutnya, apabila kepercayaan publik terhadap Bawaslu menurun, maka apapun yang dihadirkan tidak akan diterima dengan baik oleh publik.

“Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka Bawaslu akan mengalami krisis kepercayaan publik, sehingga apapun yang dihadirkan, meski positif, juga tidak akan diterima baik oleh publik,” jelas Saiful Jihad yang juga Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu Sulsel. 

Saiful Jihad mengakui, bahwa pihaknya seringkali menerima kritikan soal citra Bawaslu di mata publik. Hal itu terjadi disebabkan karena adanya isu-isu negatif yang beredar di masyarakat. Makanya itu, pada konteks inilah, menurutnya peran penting kehumasan sangat dibutuhkan guna mengembalikan citra positif Bawaslu di masyarakat.  

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar. Ia mengatakan, Bawaslu harus bisa menguatkan kapasitasnya, terutama dalam hal kehumasan. Humas menurutnya, harus bisa membuat pemberitaan yang menarik guna memberi klarifikasi terhadap publik terkait masalah yang terjadi.

“Jika berbicara mengenai penguatan, maka penguatan yang dimaksud adalah apa yang sudah ada. Kita sudah punya kehumasan, maka sekarang tinggal menguatkan kapasitas dan pemberitaan yang menarik melalui tulisan maupun foto dan sebagainya,” jelas Divisi Hukum Bawaslu RI itu dihadapan para Komisioner dan Staf Bawaslu kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.