Sulbar

Politik Dinasti Lemahkan Generasi Kepemimpinan di Pasangkayu

Politik Dinasti Lemahkan Generasi Kepemimpinan di Pasangkayu

Keterangan Gambar : ilustrasi (jurnalnews.id)

Seputarsulawesi.com, Mamuju- Direktur Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan politik dinasti melemahkan regenerasi kepemimpinan dan diragukan bisa menguntungkan daerah.

 

Baca juga: Info Terbaru Pasien Covid-19 di Sulbar

Suwandi menjelaskan, politik dinasti adalah kekuasaan yang terjadi secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga yang masih terikat dengan hubungan darah, tujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan.

 

“Politik dinasti mirip sistem kerajaan. Pergantian kepemimpinan dilakukan secara turun temurun agar kekuasaan tetap berada di lingkungan keluarga,” jelas Suwadi Idris Amir, 27 Agustus 2020.

 

Olehnya itu, Suwandi berpandangan, terjadinya pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, Yaumil Ambo Djiwa bersama Herny pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasangkayu 2020 mendatang tak ubahnya adalah laku dari politik dinasti.

 

Sebagaimana diketahui, Herny adalah calon yang direkomendasikan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah isteri dari adik kandung Yaumil Ambo Djiwa, yaitu Agus Ambo Djiwa yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pasangkayu.

 

Suwandi menilai, hadirnya pasangan yang masih punya hubungan ipar itu akan berdampak negatif dan berpotensi menganggu pasangan Yaumil-Herny. Apalagi masyarakat menurutnya sudah jenuh dengan politik dinasti.

 

Selain itu, hadirnya pasangan Yaumil-Herny bukan karena Pasangkayu krisis kepemimpinan, melainkan karena kuatnya ambisi politik bupati yang menginginkan kakak dan isterinya berpasangan.   

 

Langkah politik yang diambil Bupati Pasangkayu itu, menurut Suwandi sangat berisiko besar dalam proses pertarungan di daerah yang bakal diikuti tiga pasangan calon. Meski koalisi yang dibangun Yaumil-Herni terkesan gemuk, namun menurut Suwadi pasangan Yaumil-Herny tetap akan kesulitan dalam menyusun strategi politik.

 

"Belum lagi Bupati Agus Ambo Djiwa prestasi politiknya tidak masuk kategori sangat bagus, walaupun juga tidak buruk amat," katanya.