Sulsel

Protes Tambang Pasir Laut, Nelayan Perempuan Kodingareng Shalawat & Khatam Quran di Kantor Gubernur

Protes Tambang Pasir Laut, Nelayan Perempuan Kodingareng Shalawat & Khatam Quran di Kantor Gubernur

Keterangan Gambar : Nelayan Perempuan Kodingareng bersama santri Makassar yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Pesisir lakukan aksi di kantor Gubernur Sulsel

Seputarsulawesi.com, Makassar-Nelayan Kodingareng terus menduduki kantor Gubenur Sulsel menuntut tolak tambang pasir laut dan cabut izin tambang di wilayah tangkap nelayan hingga malam hari (13/08/2020).

Dari pagi hari, Nelayan Kodingareng yang didominasi perempuan berjumlah sekitar 40-an orang berada di kantor Gubernur meminta sikap gubernur untuk cabut izin tambang di wilayah tangkap Nelayan Kodingareng.

Hingga malam hari, nelayan perempuan terus menunggu kedatangan Gubernur Sulsel dengan melakukan Shalawatan dan Khatamul Qur'an bersama Santri Makassar yang juga tergabung dalam Aliansi Selamatkan Pesisir.

Selain Shalawatan dan Khatamul Qur'an, nelayan perempuan dan masa aksi lainnya juga melakukan Yasinan, dan menyampaikan pesan-pesan tuntutan penolakan tambang pasir laut dan cabut Izin tambang di wilayah tangkap nelayan.

Ince, selaku koordinator Khatamul Qur'an menyampaikan, Khatamul Qur'an ini selain bentuk dukungan terhadap nelayan yang berjuang atas wilayah tangkapnya, juga merupakan satu kegiatan yang diharapkan Gubernur Sulsel dibukakan pintu hatinya oleh Tuhan agar menyadari dan merasakan penderitaan nelayan sehingga bisa mengabulkan tuntutan nelayan.

"Semoga dengan Khatamul Qur'an ini, siapapun yang turut membuat nelayan menderita, semoga dibukakan pintu hatinya dan segera memenuhi seluruh tuntutan nelayan". Ujarnya.

Di saat bersamaan, Royan yang merupakan peserta aksi dan juga santri makassar, sebelum bershalawat, menyampaikan shalawat ditujukan kepada orang-orang yang menzalimi masyarakat tertindas, khususnya nelayan Kodingareng.

"Semoga orang-orang yang zalim terhadap masyarakat tertindas, mereka mendapatkan kutukan oleh Tuhan sebagaimana perbuatannya yang menzolimi perempuan dan Nelayan Kodingareng". Ujar Royan menambahkan.