Sulbar

Rahim; Kata Malaqbi Jangan Hanya Dijadikan Sebagai Ikon Provinsi

Rahim; Kata Malaqbi Jangan Hanya Dijadikan Sebagai Ikon Provinsi

Seputarsulawesi.com, Mamuju- Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim Latief mengatakan, pemimpin Sulbar ke depan bakal menghadapi tantangan yang cukup besar. Pasalnya, 6 kabupaten yang ada di provinsi Sulbar saat ini masih di bawah standar, jika dibandingkan dengan daerah lain di luar Sulbar.

"Saya tidak ingin mengatakan daerah ini tertinggal dinda, tapi paling tidak kita dapat melihat bagaimana infrastruktur yang masih minim, IPM Sulbar rendah, demikian juga dengan kesehatan juga masih di bawah standar," katanya saat dihubungi Seputarsulawesi.com, Rabu sore (17/2) di Mamuju.

Menurut Alumni IAIN Alauddin Makassar ini, tantangan tersebutlah yang akan menjadi fokus perhatian Gubernur dan wakil Gubernur Sulbar mendatang. Olehnya itu, ia pun meminta agar semua partai politik yang ada di Sulbar mengedepankan aspek rasionalitas, karena kepentingan daerah jauh lebih penting dari pada kepentingan pribadi dan kelompok.

"Hal ini penting untuk diketahui, sebab esensi perjuangan Sulbar adalah bagaimana agar provinsi ini bisa menjadi provinsi yang malaqbi (bermartabat). Semboyang provinsi malaqbi ini juga sekaligus menjadi amanah dari para founding father pejuang pembentukan Sulbar," terangnya ke Seputarsulawesi.com.

Menurut Rahim, kualitas taraf hidup masyarakat di Sulbar harus segera diwujudkan agar daerah itu tak lagi disebut-sebut sebagai daerah terbelakang. "Olehnya itu, kata Malaqbi jangan hanya menjadi ikon provinsi, tapi ia juga harus nyata dan mampu dirasakan oleh masyarakat Sulbar. Kata malaqbi itu harus menjadi spirit pembangunan dan spirit moralitas, agar sikap dan prilaku kita jauh dari praktik manipulatif dan korupsi," tegas mantan pejuang pembentukan Sulbar ini. (SAP)