Sulbar

Rahim: Mandar Itu Tidak untuk Korupsi

Rahim: Mandar Itu Tidak untuk Korupsi

Seputarsulawesi.com, Mamuju- Untuk menjadikan Provinsi Sulbar sejajar dengan daerah lain, maka salah satu jalan yang harus dilakukan oleh aparat pemeritah, baik legislatif, eksekutif dan yudikatif adalah berkomitmen untuk menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai basis kekuatan dan sandaran moralitas dalam mengembang amanah kerakyatan.

"Mandar sarat akan sebuah nilai, serta keberanian untuk menegakkan nilai tersebut, termasuk keberanian untuk bersikap dan menyatakan tidak untuk korupsi, dan hal ini harus menjadi fokus perhatian dan agenda besar kedepannya, agar provinsi yang terbilang masih muda ini bisa betul-betul malaqbi," demikian peryataan Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim, saat dimintai pendapatnya terkait arah pembangunan Sulbar 10 tahun terakhir. Rabu kemarin, (17/2) di Mamuju.

Lebih lanjut, Mantan Anggota DPRD Polman dua Periode ini mengatakan, siapapun yang nantinya menjadi Gubernur Sulbar, gagasannya harus senafas dengan nilai-nilai malaqbi itu, dan ia pun mengaku siap berdiri melawan calon atau Gubernur yang hanya berorientasi kekuasaan, serta tidak menjadikan warga Sulbar sebagai tuan di daerahnya sendiri.

"Saya akan tetap berdiri di depan untuk melakukan perlawanan terhadap mereka yang hanya berkeinginan untuk mencari keuntungan lewat kekuasaan, karena bagi saya, selain itu mencederai nilai-nilai kemalaqbian, juga merupakan bentuk penghianatan terhadap amanah founding father para pejuang Sulbar," tegas Ketua DPW Partai Nasdem Sulbar ini.

Rahim menambahkan, Jika ingin menjadikan Sulbar maju, maka nilai-nilai amandaran harus selaras dengan nilai-nilai dan etika demokrasi, sebab nilai-nilai kemandaran menurutnya tidaklah bertentangan dengan demokrasi, justru dari situlah makna dan wujud kemalaqbian akan ditemukan ketika demokrasi menjadi dasar dan esensi dari praktik politik, sosial dan budaya kita. (SAP)