Sulsel

Sampah Plastik Kepung Makassar, Penggiat Lingkungan Buat Replika Moster Sampah

Sampah Plastik Kepung Makassar, Penggiat Lingkungan Buat Replika Moster Sampah

Seputarsulawesi.com, Makassar- Replika sampah plastik menyerupai Virus Corona dengan ukuran 3 x 3 meter hadir Kota Makassar. Setelah berkeliling di sejumlah jalan protokol, replika monster sampah plastik dengan berat 48 Kg ini akhirnya diletakkan di Pantai Losari. Sejumlah komunitas pengiat lingkungan sengaja menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk penyadaran terhadap warga Kota Makassar akan bahaya sampah plastik.  

 

Baca juga: Bawaslu RI Apresiasi Kinerja Bawaslu Kota Makassar

Kampanye ini diinisiasi oleh Yayasan Konservasi laut (YKL) Indonesia,  Yayasan EcoNusa serta berkolaborasi dengan 29 komunitas, lembaga dan organisasi kampus se-Kota Makassar. "Kampanye ini sebagai upaya penyadaran dan ajakan kepada masyarakat dan pelaku bisnis untuk menjadi bagian dalam meminimalisir penggunaan sampah plastik di Kota Makassar," kata Nirwan  Dessibali Direktur Eksekutif YKL Indonesia  saat menggelar aksi di Pantai Losari beberapa hari lalu.

 

Menurut Nirwan, berbagai hasil riset menunjukkan, akibat sampah plastik, ikan, kerang hingga garam di sekitar perairan Makassar dan Sulawesi Selatan mengandung mikroplastik. Menurutnya, untuk sampai di tubuh manusia, mikroplastik itu masuk melalui rantai makanan, mulai dari manusia membuang sampah ke alam, lalu ke lautan, yang ketika terurai menjadi mikroplastik.

 

"Mikroplastik kemudian dikonsumsi ikan kecil, ikan kecil dimakan ikan besar, ikan besar dikonsumsi manusia," jelas Nirwan.

 

Nirwan berharap, kegiatan yang dilakukannya itu, bisa membawa pengaruh positif ke masyarakat dan pelaku bisnis akan sampah plastik. Demikian pula dengan  limbah rumah tangga dan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan medis selama penanganan pandemi covid-19.

 

Sementara itu, manajer Program YKL Indonesia, Alief Fachrul Raazy menyampaikan selain isu sampah plastik, turut mengingatkan masyarakat Kota Makassar untuk tetap waspada bahaya covid-19.

 

"Kami membagikan masker dengan tulisan #MakassarTolakPlastikSekaliPakai kepada pengunjung pantai Losari serta mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19," ujar Fahri sapaan akrab Alief Fachrul Raazy.

 

Fahri menambahkan, Monster Plastik tersebut dirakit selama 8 hari. Sampah plastik yang digunakan dari Pantai Tanjung Bayang dan Pantai Anging Mammiri yang dikumpulkan selama tiga hari. Menurutnya, 80 persen sampah plastik dari pesisir dan dua puluh persennya dari rumah tangga. "Total berat monster kurang lebih 70 Kg dengan sampah 48 Kg," jelas Fahri.

 

Kampanye dengan menghadirkan monster plastik ini merupakan rangkaian kegiatan untuk mendorong Kota Makassar bebas Sampah Plastik dan Covid-19. Sebelumnya terlaksana diskusi online dan bersih pantai. "Tentunya kegiatan kami akan terus berlanjut dan akan melibatkan lebih banyak lagi stakeholder. Bukan hanya kampanye dan diskusi, tapi aksi-aksi nyata juga sudah direncanakan," tegas Fahri.