Sulbar

Sesalkan Pernyataan Gus Yaqut, Partai Pengusung Fahmi Massiara akan Surati PBNU

Sesalkan Pernyataan Gus Yaqut, Partai Pengusung Fahmi Massiara akan Surati PBNU

Keterangan Gambar : Isra D. Pramulya

Seputarsulasulawesi.com, Majene- Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD)  Gerindra Sulawesi Barat, Isra D. Pramulya sesalkan penyataan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas soal isu keterlibatan Bupati Majene, Fahmi Massiara dalam anggota HTI.

 

Baca juga: Ansor dan Bawaslu Sulsel Diskusikan Tantangan Demokrasi di Era Pandemik

Lewat media, pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu, menyampaikan agar rakyat Mejene menolak dan tidak memilih calon petahana tersebut di Pilkada Majene, Desember mendatang. 

 

"Kalau terbukti dia (Fahmi Massiara) bergabung dengan HTI, rakyat Majene harus menolaknya dengan tidak memilih dia kembali," kata Gus Yaqut sebagaimana yang dilansir sindonews.com 27 Agustus 2020.

 

Menanggapi pernyataan tersebut, Isra secara tegas mengatakan menyesalkan penyataan itu. Apalagi Gus Yaqut telah memprovokasi rakyat untuk tidak memilih Fahmi Massiara di Pilkada Majene mendatang.   

 

"Sebagai pejabat publik dan pimpinan pusat Ormas, semestinya Gus Yaqut, sebelum memberi statement seperti itu, terlebih dahulu melakukan cek and ricek ke bawahannya. Jangan asal tuding dan langsung percaya kabar burung," ujar Isra saat dihubungi Seputarsulawesi.com, 28 Agustus 2020.

 

Lebih lanjut, matan Sekjend PB PMII ini mengatakan, sebagai pengurus partai pengusung Calon Bupati Majene, Fahmi Massiara, pihaknya akan menyurat ke Ketum PBNU agar memberikan teguran keras dan sanksi kepada Gus Yaqut, agar yang bersangkutan tidak terlalu sering memberikan pernyataan-pernyataan yang justru menjadikan GP Ansor dimusuhi oleh rakyat dan umat muslim.

 

"Sebagai kader NU, saya merasa malu atas kecerobohan Ketum PP GP Ansor itu. Kalau benar bahwa selama ini bupati Majene anggota HTI, Maka tentu kepolisian akan lebih dulu bertindak tegas terhadap beliau," terang Isra.

 

Selian itu, Isra juga meminta agar Gus Yaqut tidak mencampuri urusan politik di Sulbar, terkhusus Majene yang juga tidak lama lagi akan melaksanakan perhelatan Pilkada.