Sulbar

Setelah Direnovasi, Aspuri Polewali Mandar Kebanjiran

Setelah Direnovasi, Aspuri Polewali Mandar Kebanjiran

Seputarsulawesi.com, Makassar-Hujan seharian yang mengguyur Kota Makassar dan sekitarnya, Senin kemarin (30/5) membuat Asrama Putri Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (Aspuri KPM-PM/Aspuri Polman) yang terletak di Jalan Paccinang Raya 2. No. 13A, Tello Baru, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar tergenang banjir. Banjir setinggi mata kaki orang dewasa itu terjadi dua bulan usai asrama itu direnovasi.

Meski Bupati Polewali Mandar. Ir. Andi Ibrahim Masdar saat peresmian renovasi asrama itu mengintruksikan agar bagian-bagian asrama yang sudah rusak segera diperbaiki, namun sampai hari ini, intruksi Bupati tersebut tak kunjung terealisasi. Akibatnya, setiap musim penghujan tiba, penghuni Aspuri Polman selalu dihantui banjir.

Baca juga: Pekan Ini, Gubernur Sulbar Silaturahmi Warga KKMSB Sulsel

"Setiap hujan, air selalu masuk ke kamar, karena adanya beberapa bagian bangunan yang belum sesuai. Misalnya, atap yang tidak dipaketkan kanopi dan saluran air yang dibuat terlalu rendah," kata Nilawati, penghuni Aspuri KPMPM, Selasa (31/5).

Lebih lanjut, mahasiswa fakultas Seni Universitas Negeri Makassar ini berharap, dalam waktu dekta ini, ada upaya yang dilakukan oleh Pemda Polman untuk menyelesaiakan bangian-bagian asrama yang sudah tak layak guna itu. "Ini penting diperhatikan karena bagian-bagian yang sudah rusak ini bisa dilewati pencuri masuk ke kamar," katanya.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM), Herman Kadir menyayangkan bangunan baru tersebut sudah kebanjiran. Menurutnya, pihak pelaksana kerja harus bertanggungjawab penuh atas kejadian tersebut, apalagi bangunan mewah itu masih dalam tahap perawatan.

"Air yang masuk bukan karena bocornya bangunan, tapi air yang dari luar merembes melalui dinding yang tidak tertutupi. Seharusnya pihak perencana (arsitek) sudah mengantisipasi hal ini, karena tentunya akan sangat mengganggu aktivitas mahasiswi yang tinggal di Aspuri," jelas pria yang akrab disapa Hervol ini.

Hervol meminta agar pemerintah Polman segara menangani persoalan yang sudah menyusahkan penghuni Aspuri tersebut, dan meminta agar Pemda Polman memberi teguran keras kepada pelaksana renovasi aspuri itu.

"Perlu teguran keras pada pelaksananya atau yang terkait dalam perencanaan dan pembangunannya, jika perlu diaudit sehingga dapat diketahui apakah besar anggaran sesuai dengan realisasinya," tegasnya. (SAP)