Nasional

Syekh Ali Jaber di Mata Deddy Corbuzier

Syekh Ali Jaber di Mata  Deddy Corbuzier

Keterangan Gambar : IG Deddy Corbuzier

Seputarsulawesi.com, Makassar- Syekh Ali Jaber di mata Deddy Corbuzier adalah sosok manusia yang luar biasa dan dicintai oleh banyak kalangan. Saat Ali Jaber wafat pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu, Dedy mengaku sangat sedih.  Sewaktu Dedy menguggah video Syekh Ali Jaber di youtube, puluhan bahkan ratusan orang berkomentar tentangnya, diantaranya ada orang yang mengaku non muslim merasa kehilangan atas kepergian beliau.

"Itu artinya beliau adalah sosok manusia yang dicintai oleh semua kalangan," kata Dedy. sebagaimana yang dikutip dari laman facebook Kenangan Dakwah Bersama Alm. Syekh Ali Jaber. 31 Januari 2021.

Dedy masih ingat betul, sehari setelah ia tikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung, Minggu 13 September 2020 lalu, dirinya bersedia datang ke acara podcast Dedy. Saat itu, kata Dedy, tangan Syekh Ali Jaber masih diperban. 

Dedy mengatakan, Syekh Ali Jaber bersedia datang, karena kalau tidak, Indonesia bisa perang hanya karena satu orang manusia ditusuk. 

“Jadi saya harus segara mungkin memberitakan ke orang-orang kalau saya ditusuk gak apa-apa. Saya ditusuk itu sudah nasib saya, jangan sampai Indonesia pecah, perang  hanya karena satu orang manusia biasa ditusuk orang lain," kata Dedy menirukan kata-kata Syekh Ali Jaber saat itu.

Bagi Dedy, Syekh Ali Jaber adalah seorang pahlawan, usai penusukan dirinya, ia dihampiri banyak orang, bahkan ada yang meminta tanda tangan untuk mendukung demostrasi besar-besaran pergerakan membela ulama,  namun semua tawaran itu  ditolak. Dia hanya ingin kasus penikaman dirinya diselesaikan secara hukum.

“Kalau secara hukum bilang A, saya ikut A. kalau B saya ikut B. Saya kok yang nolongin orang itu ketika dipukulin,” kata Syekh Ali Jaber. 

Pria kelahiran Madina, 3 Februari 1976 itu, selama ini memang dikenal cukup aktif berdakwa di  masyarakat. Dalam berdakwah, ia mengedepankan akhlak, sehingga dakwahnya pun sangat santun, penuh lemah lebut dan senantiasa menjaga persatuan umat,  makanya tidak mengherankan jika banyak orang yang merasa kehilangan.