Sulsel

Verfak Calon Perseorangan perlu Diwaspadai

Verfak Calon Perseorangan perlu Diwaspadai

Seputarsulawesi.com, Makassar- Pencalonan Pilkada jalur perseorangan mendapat perhatian khusus dari Bawaslu. Ada dua hal yang menjadi fokus perhatian, yaitu pelanggaran prosedural yang bertentangan dengan aturan yang berlaku dan standar protokol kesehatan karena wabah Corona.

Hal ini diungkapkan oleh Amrayadi,  Bawaslu Sulsel dalam diolag tema Kawal Verfak Calon Perseorangan dan Jaga Hak Konstitusi yang dilaksanakan oleh Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel, Bawaslu Sulsel dan Netfid Sulsel, dalam diskusi daring.

Baca juga: Perbaiki Citra Bawaslu di Mata Publik, Peran dan Fungsi Kehumasan Harus Diperkuat

Amrayadi mengatakan, menguji keabsahan dukungan hasil verfikasi  adminitrasi (vermin) melalui verfikasi faktual (Verfak), khususnya terkait legalitas dukungan B.1.KWK bagi pendukung yang berKTP Eletronik atau terdaftar dalam DPT pemilihan terakhir.

Hal lainya adalah mekanisme penetapan protokoler kesehatan bagi penyelenggaran PPS pada saat melakukan metode sensus. Sebelum pandemik saja, katanya banyak ditemukan data yang tidak valid, apalagi di masa pandemik.

“Tentu butuh strategis khusus untuk kondisi seperti ini, “ kata mantan Ketua KPU Soppeng ini.

Di Sulawesi Selatan ada dua daerah yakni Kabupaten Selayar ada pasangan Zainuddin- Aji Sumarno syarat dukungan sudah diserahkan dan di vermin 10.987 KTP sebaran di 11 kecamatan dan di Kabupaten Maros Pasangan Muh Nur-Muh Ilyas sebaran KTP dukungan 26.158 di 14 Kecamatan.

Sisi lain jumlah PPL di desa/ kelurahan hanya 1 orang sedangkan PPS berjumlah 3 orang sehingga potensi penyebaran pengawasan tidak merata. Bawaslu akan menggunakan metode sampling 20 persen dari jumlah syarat dukungan. 

Potensi kerawan lain, menurut Amrayadi adalah  pendukung di daerah perbatasan yang tidak masuk lokus sebaran dukungan. Sering kali ada  mobilisasi dari daerah lain yang bukan lokus sebaran.

“ Jika nanti di perbawaslu mengisyaratkan pengawasan penerapan prosedural protokol kesehatan, maka wajib hukumnya Bawaslu dan jajarannya memberikan peringatan atau rekomendasi. “ tambahnya.

Verfak ini akan menjadi penentu nasib pasangan calon jalur perseorangan. Jika nanti dalam  verfak jumlah syarat dukungan belum mencukupi maka diberikan kesempatan untuk menambah dimasa perbaikan.

“ Pengalaman di jalur perseorangan ini potensi dukungan ganda. Maksudnya adminitrasi dukungan B1.Kwk di vermin pertama dan sudah difaktualkan itu lagi yang masuk di masa perbaikan. Ini potensi masalah yang membutuhkan pencermatan baik dari KPU maupun Bawaslu,” kata Amrayadi.